Bingung, Bisnis Mau Dibawa Kemana?

Apakah anda bingung bisnis mau dibawa kemana ? bisnis yang sedang Anda jalankan saat ini bisa membawa kemakmuran bagi masa depan, mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, anak, dan istri, atau bahkan bisa menjadi jalan kebaikan dunia dan akhirat? Bingung bisnis mau dibawa kemana?

Mungkin Anda juga sering bertanya seperti ini. Benar kan? ^_^

Tenang Anda tidak sendiri, saya yakin kebanyakan pebisnis pasti pernah mengalami ini. Galau tingkat tinggi. Ditambah lagi bisnis belum juga menghasilkan, sementara yang lain bisnisnya terus berkembang dan maju. #janganiri

Michael E. Gerber dalam bukunya “The E-Myth” mengatakan 40% bisnis itu tutup di tahun kedua, 80% tutup di tahun kelima, 96% tutup di tahun ke 10, sisanya hanya 4% yang mampu bertahan lebih dari 10 tahun. Data ini didapat dari hasil survey 1 juta UKM di Amerika Serikat.

Penjelasannya, dari 1.000.000 UKM:

  • 40% x 1.000.000 = 400.000 tutup ditahun ke-2. Sisanya 60% x 1.000.000 = 600.000 bertahan lebih dari 2 tahun.
  • 80% x 600.000 = 480.000 tutup ditahun ke-5. Sisanya 20% x 600.000 = 120.000 bertahan lebih dari 5 tahun.
  • 96% x 120.000 = 115.200 tutup ditahun ke-10. Sisanya 4% x 120.000 = 4.800 bertahan lebih dari 10 tahun.

Jadi wajar saja banyak pebisnis khususnya pemula makin was-was sama bisnisnya. Mungkin Anda juga termasuk. Apakah bisnis saya bisa bertahan lebih dari 10 tahun atau jangan-jangan baru 2 tahun sudah langsung gulung tikar. #Ngeriiiiiii

Tenang… saya punya solusinya…

Ini bisa Anda jadikan pola pikir untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Dengannya Anda bisa jaga-jaga dan tahu mau dibawa kemana bisnis kedepannya. Anda bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi terhadap bisnis Anda.

Sudah siap, ini dia solusinya… #Eng…Ing…Eng…

MATRIX BOSTON!

Anda tahu Matrix Boston?

Matrix Boston adalah tools yang biasa diapakai untuk melakukan diversifikasi (penganekaragaman) jenis usaha. Matrix Boston paling cocok digunakan oleh para pelaku UKM atau bisa juga pebisnis yang baru ingin memulai usaha dengan modal cekak.

Perhatikan gambar dibawah.

Penjelasannya seperti ini, jika ingin memulai bisnis, mulailah dari bisnis “sapi perah”. Maksudnya, bisnis yang bisa menghasilkan uang dengan cepat. Bisnis yang bisa Anda “perah susunya” agar dapur bisa tetap ngepul. #DapurNgepulIstriTerhibur

Contoh: jual hijab kalau cepat laku, ya jual hijab aja…, jual donat cepat laku, ya udah jadi reseller Donita aja… :). Yang penting bisnis ini bisa membiayai hidup Anda sehari-hari. #TidakAdaMakanSiangGratis

Bisnis yang bisa dijadikan “sapi perah” biasanya permintaan produk banyak tapi supply belum terlalu besar, pesaing juga masih sedikit, dan stock di pasar juga tidak terlalu banyak.

Tapi ingat jangan terlena saat bisnis “sapi perah” Anda berhasil. Jangan sombong beli ini… itu… merubah gaya hidup. Bisnis yang mudah dibuka, untung lumayan, dan modal relatif kecil, biasanya akan cepat turun. #SombongBikinOmpong

Bisnis “sapi perah” akan segera menjadi “anjing piaraan”. “Anjing piaraan” pasti akan banting-bantingan harga, persaingan juga sudah sangat ketat, permintaan banyak tapi supply barang juga sudah sangat besar.

Kalau dibiarkan “anjing piaraan” malah akan terus menggerus uang dari kantong Anda. Pengeluaran akan jadi lebih besar dari pemasukan. Bisnis “anjing piaraan” adalah bisnis yang sudah tidak lagi menguntungkan. #CumaBuatNakutinOrang

Jadi sebelum bisnis “sapi perah” berubah menjadi “anjing piaraan” mulailah invest ke bisnis “tanda tanya” atau “bintang”. Biayai bisnis “tanda tanya” atau “bintang” dari “sapi perah” Anda.

Bisnis “tanda tanya” maksudnya adalah bisnis yang Anda belum tahu bagaimana respon pasar terhadap produk Anda. Banyak yang suka atau tidak? Namun Anda sudah punya sedikit gambaran marketnya. #KenaliMarket

Bisnis “tanda tanya” bisa jadi masih satu jenis dengan bisnis “sapi perah” atau bisnis baru dengan produk yang berbeda.

Misal jika jual hijab adalah bisnis “sapi perah” Anda, mulailah menjual variasi baru, model hijab terbaru, desain hijab terbaru, dan lain-lain.

Atau bisa juga dengan meningkatkan value produk Anda, misal hanya menjual produk yang berkualitas, positioning ditingkatkan atau brand-nya diperkuat.

Atau bisa juga Anda membidik ceruk pasar yang lebih spesifik lagi. Jika selama ini menjual hijab untuk wanita dewasa, bagaimana kalau mulai menjual hijab untuk anak-anak, dan lain sebagainya.

Ini juga yang dilakukan Donita. Dimulai dengan membuat Donat dengan varian rasa yang berbeda, ditambah dengan Cemila (risol, nugget, pastel) – gorengan nusantara dengan rasa yang khas. Sekarang malah ada Delipao – pao kukus untuk yang tidak suka makanan berminyak yang juga hadir dengan beragam rasa. #DonatDonita

Ingat, meski masih “tanda tanya”, jangan asal serang, jangan asal serbu. Miliki gambaran yang cukup baik tentang market Anda. Baca data pembeli, kenali market lebih baik dari sebelumnya.

Nah, terakhir adalah “bintang”. Bisnis yang akan menjadi bintang masa depan Anda.

Ingat, UKM itu berbeda dengan perusahaan multinasional atau bahkan internasional yang punya banyak uang dan modal.

Perusahaan besar mudah saja memulai dari bisnis “bintang” seperti ini. Mereka bisa buka pabrik yang besar, beli mesin dan langsung produksi dalam skala besar, buka jalur distribusi diseluruh kota. #Wong…DuitnyaBanyak

UKM tidak seperti, mulailah dari “sapi perah” sampai bisa menjadi “bintang”. Kalau masih satu jenis usaha, fokuslah sampai misalkan Anda bisa punya pabrik sendiri, bisa produksi sendiri, atau jadi supplier untuk banyak toko, terima banyak reseller, dan lain-lain.

Masih bingung bisnis mau dibawa kemana? Sekarang sudah tidak lagi kan… ^_^

Baca juga : Mencari ceruk pasar yang potensial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *