Oke, mari kita lanjutkan obrolan kita tentang segmentasi pasar.

Kemarin kita sudah ngobrol banyak tentang niche market, yaitu target pasar yang lebih spesifik. Dari obrolan kemarin kita juga ada menyinggung sedikit soal segmentasi pasar.

Segmentasi pasar adalah sebuah metode pendekatan yang dapat digunakan untuk menemukan niche market yang potensial. Proses segmentasi pasar dilakukan dengan cara membagi market atau mengelompokkannya berdasarkan variabel tertentu.

Perlu kita ketahui bahwa market sangatlah luas dan tidak mungkin bisa kita generalisir semuanya begitu saja. Contoh dalam satu negara saja, karakter yang dimiliki calon konsumen kita pasti sangat beragam. #Psikografi

Di Indonesia misalnya, karakter orang Jawa Tengah pasti berbeda dengan orang Jawa Timur. Bahkan di Jawa Timur sendiri setiap orang memiliki sikap dan perilaku yang berbeda. Lebih spesifik lagi, orang yang sama terkadang bisa berprilaku berbeda tergantung situasi dan kondisi tertentu. #Behavior

Banyak karakteristik yang dapat kita gunakan untuk melakukan segmentasi, tapi secara umum ada 4 yang biasa digunakan:

1. Segmentasi berdasarkan Geografi
Pada segmentasi ini market dibagi ke dalam beberapa variabel geografi seperti negara, wilayah, kota, desa, dan lain-lain.

2. Segmentasi berdasarkan Demografi
Pada segmentasi ini market dibagi menjadi beberapa variabel seperti umur, jenis kelamin, keluarga, tingkat pendidikan, pendapatan, tingkat ekonomi, dan lain-lain.

3. Segmentasi berdasarkan Psikografi
Pada segmentasi ini market dibagi menggunakan beberapa variabel seperti kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, minat, dan lain-lain.

4. Segmentasi berdasarkan Behavior
Segmentasi ini dikelompokkan berdasarkan pengetahuan, sikap, tingkah laku, perilaku penggunaan, atau reaksi pembeli terhadap suatu produk.

Ada pertanyaan muncul, manakah yang terbaik dari 4 segmen pasar diatas?

Hermawan Kartajaya dalam bukunya “Segmentation” menyebutkan bahwa segmentasi terbaik dan paling canggih saat ini adalah segmentasi yang dilakukan berdasarkan variabel sikap dan perilaku konsumen (behavior).

Tapi mustahil rasanya kita bisa melakukan “Behavior Segmenting” sebelum melakukan 3 segmentasi diatasnya. Maksudnya Anda harus sudah beres di segmentasi geografi, demografi, dan psikografi.

Kalau di online, kita harus punya database calon pelanggan sendiri yang bisa dihubungi kapanpun kita mau. Misal database email, No. HP, Facebook Pixel, WhatsApp, Pin BB, Group Telegram dan lain-lain. #DatabaseItuPenting

Nah dari situ, kita bisa mulai mengamati dan belajar bagaimana sikap dan perilaku konsumen ketika menerima sebuah penawaran yang kita berikan.

Kapan mereka buka email kita, jam berapa mereka aktif di facebook, jam berapa mereka baca pesan kita, dan lain-lain. Terkahir kapan mereka beli dan seberapa sering.

Contoh segmentasi pasar:

Honda Beat merupakan jenis kendaraan bertipe skuter matic, dengan kisaran harga Rp 12,5 juta.

Secara demografis, Honda Beat menargetkan pelajar dan mahasiswa sebagai segmen pasarnya.

Secara psikografis, Honda Beat ditujukan untuk anak muda yang senang kenyamanan dan praktis, serta bergaya hidup trendi dan modern.

Dan secara geografis, Honda Beat yang berada pada segmen 110 CC memiliki konsentrasi pemasaran di kota-kota besar di Indonesia dan di daerah-daerah, di mana di daerah perkotaan cenderung menggunakan velg racing dan sedangkan di daerah cenderung menggunakan velg jari-jari.

Nah inilah sedikit obrolan kita tentang segmentasi pasar, besok kita lanjut lagi #NgobrolinTentangPasar.

Semoga bermanfaat.. Terimakasih untuk yang sudah klik share. Terbaiklah… (y) ^_^

Baca juga : Mencari Ceruk Pasar Yang Potensial Untuk Target Market

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *