Alasan Ilmiah Makanan Hangat Lebih Nikmat

Kebanyakan orang memilih untuk memakan makanan ketika makanannya masih panas atau hangat dibandingkan bila makanannya sudah dingin. Mungkin juga Anda termasuk salah satunya.

Tapi tahukah Anda apa yang melatar belakangi kenapa Anda melakukan itu? Bisakah Anda menjelaskannya secara alamiah? Seperti dilansir dari LiveScience, Senin (27/2/2017), ternyata alasan di balik makanan hangat lebih nikmat dibanding makanan dingin bisa dijelaskan secara alamiah.

Seorang professor di University of Alabama, Stephen Secor, menyebutkan makanan yang disajikan dalam kondisi masih panas mengeluarkan aroma yang jauh lebih sedap dibandingkan yang sudah dingin atau yang masih mentah.

Manusia biasanya lebih tertarik mengonsumsi makanan yang akan memberikan sensasi nikmat di lidah. Hal ini juga melibatkan aroma yang dikeluarkan dari makanan tersebut sebelum masuk ke mulut. Aroma memainkan peran yang kuat dalam proses pemilihan makanan.

Jadi Aroma adalah alasan pertama mengapa masakan yang masih panas atau hangat lebih mengundang.

Kedua, ternyata otak juga memainkan peran penting untuk membuat makanan panas atau hangat lebih nikmat dimakan. Otak secara otomatis menginstruksi kita untuk memilih makanan panas atau hangat untuk di makan dan menghindari makanan yang sudah dingin.

Seorang ahli biologi Hardvard University, Richard Wrangham, menyebutkan otak menginstruksi kita untuk memilih makanan yang lebih sehat dan bernutrisi. Tentunya dengan instruksi tersebut manusia akan secara otomatis memilih makanan yang panas daripada yang dingin lantaran yang panas sudah diproses dengan jelas, sementara makanan dingin atau mentah rentan terkenan bakteri atau kuman jahat yang bisa memicu timbulnya penyakit.

Yang terakhir, tekstur makanan panas lebih enak di lidah. Makanan yang sudah dingin atau masih mentah biasanya memiliki tekstur yang kurang nikmat. Bahkan ada makanan dingin juga yang sampai bikin kita jadi mual.

Contoh dari makanan yang kurang enak saat dimakan dingin adalah burger. Jika sudah dingin, maka burger itu akan jadi kaku dan keras, sehingga susah dimakan. Begitu pula Donita, yang makin nikmat bila disajikan hangat atau panas.

Itulah alasan kenapa makanan panas atau hangat lebih nikmat dimakan dibandingkan makanan dingin.

Baca juga : Puasa Melatih Kita Untuk Berbuat Dan Bersikap Jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *