0811 657 6667 donitamdn@gmail.com
Penghargaan Siddhakarya Untuk Donat Kentang Donita 2020

Penghargaan Siddhakarya Untuk Donat Kentang Donita 2020

Apa Itu Penghargaan Siddhakarya ?

Penghargaan Siddhakarya adalah sebuah penganugerahan produktivitas tingkat provinsi yang diberikan oleh Gubernur setiap 2 tahun sekali di tahun genap dengan tujuan mendorong perusahaan kecil, perusahaan menengah, maupun perusahaan besar untuk meningkatkan produktivitas usahanya.

Penganugerahan produktivitas Siddhakarya diberikan kepada perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya selama 3 tahun secara berturut turut. Penghargaan ini untuk memberikan motivasi kepada perusahaan atau pemilik perusahaan agar mampu melakukan berbagai upaya peningkatan produktivitas sampai mencapai standard of excellence in quality.

couplepreneur donita cemilan frozen menerima penghargaan siddhakarya sumatera utara

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara memberikan penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tahun 2020 kepada 6 UMKM yang terdiri dari 4 perusahaan kecil dan 2 perusahaan menengah di Le Polonia Hotel and Convention, Jalan Jenderal Sudirman Medan Polonia.

4 perusahaan kecil yang menerima penghargaan Siddhakarya dengan kategori penghargaan ‘Good Performance’ :

  1. PT Usaha Suka Maju dengan jenis usaha pengolahan kopi dari Tapanuli Utara,
  2. Donita Food dengan jenis usaha bakery dari Deli Serdang,
  3. LPK Anugerah bidang tenun ulos dari Pematangsiantar, dan
  4. Samfood bidang pengolahan mi dari Pematangsiantar.

2 perusahaan menengah dengan kategori penghargaan “Emerging Leader” yakni :

  1. Mawar Bakery and Cake Shop dengan jenis usaha Bakery dari Medan dan
  2. UD Harum Manis dengan jenis usaha pengolahan roti dari Tebing Tinggi.

Kabupaten Deli Serdang menerima Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tahun 2020 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada acara Penghargaan Produktivitas Siddhakarya 2020 Tingkat Sumatera Utara.

Donat Kentang Frozen Donita “Good Performance”

Penghargaan Produktivitas Siddhakarya Tahun 2020 diterima Bupati Deli Serdang yang diwakili Asisten II Ekbang Putra jaya manalu dan UKM Donita Food dengan jenis usaha bakery dengan kategori penghargaan ‘Good Performance’, berasal dari Kecamatan Percut Sei Tuan binaan Disnaker Deli Serdang yang di berikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Ibu R. Sabrina yang mewakili Gubernur Sumatera Utara dan Staff Ahli Kemnaker R.I Bidang Kebijakan Publik Ibu Reyna Usman, MM mewakili Menteri Ketenagakerjaan R.I Ibu Ida Fauziah dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Bapak H. Baharuddin Siagian.

ferri azwar menerima penghargaan siddhakarya sumatera utara

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Bapak H. Baharuddin Siagian menjelaskan rangkaian penilaian dilakukan dibulan Agustus sampai dengan November 2020 dengan 8 kriteria penilaian. 15 Perusahaan yang diusulkan Kabupaten/Kota, diperoleh 7 perusahaan kecil dan 3 perusahaan menengah yang memenuhi syarat-syarat administrasi dan dokumen dan selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan. Dilakukan Sidang Pleno sebanyak 2 kali terdapat 6 pemenang yang terdiri dari 4 perusahaan kecil dan 2 perusahaan menengah. ,” ujarnya

donat donita mendapatkan penghargaan siddhakarya

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara menjelaskan para pemenang akan diusulkan sebagai nominator untuk mendapatkan penghargaan Produktivitas tingkat Nasional PARAMAKARYA pada tahun 2021.

Staff Ahli Kemnaker R.I Bidang Kebijakan Publik Ibu Reyna Usman, MM juga mengatakan “Penganugerahan Produktivitas Siddhakarya merupakan suatu kekuatan dan kebanggaan untuk perusahaan-perusahaan di Sumatera Utara dan merupakan kekuatan ekonomi dan barometer buat kekuatan ekonomi di Sumatera Utara secara nasional,” jelas Ibu Reyna.

ferri azwar beserta perwakilan dari bupati deli serdang

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Ibu R. Sabrina yang mewakili Gubernur Sumatera Utara mengucapkan selamat kepada 6 UMKM penerima penghargaan Siddhakarya tahun ini.

“Kepada 6 UMKM penerima penghargaan Siddhakarya tahun 2020 berprestasi ditingkat Nasional pada penghargaan Produktivitas PARAMAKARYA tahun 2021 agar mengharumkan nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sekaligus mempromosikan produk-produk UKM,”ungkap Ibu R. Sabrina.

Sumber : Kominfo Deli Serdang & Disnaker Sumut

Couplepreneur Donita Dalam Entrepreneur Talk

Couplepreneur Donita Dalam Entrepreneur Talk

Couplepreneur Donita Di Entrepreneur Talk

Couplepreneur Donita Donat ini menjadi tayangan perdana pada segmen entrepreneur “DPF TV”. DPF TV menyajikan bagaimana perjuangan pasangan suami istri dalam merintis usahanya hingga berkembang dan maju. Oh ya, Produsen Donat Donita ini akhir tahun lalu baru saja mendapatkan penghargaan Siddhakarya dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara. Luar biasa banget. Hari-hari selalu bersama, diskusi bersama, merintis bersama, dan sukses juga bersama. Bagaimana ya ceritanya, yuk kita simak sama-sama.

Sertifikat Merk Donita

Sertifikat Merk Donita

Asal Muasal Merk Donita

Ide awal merk Donita untuk produk Donat dari Donita Food adalah ketika Ferri Azwar sedang mengendarai mobilnya di pagi hari menuju toko. Beliau teringat dengan artis idolanya sewaktu masih lajang yaitu Donita.

Di ceklah nama donita untuk produk donat di Internet,ternyata belum ada. Maka, di endapkanlah dulu nama tadi. Sambil menemukan ide nama yang lain. Selang beberapa hari, gak ada ide untuk nama lainnya.

Nama Donita masih terngiang ngiang di pikiran.

Akhirnya, saya nyari la apa makna nama Donita ini : ketemu ternyata Donita untuk nama anak wanita artinya Hadiah. Wah cocok banget ini dengan visi donita saya ingin memberikan hadiah terbaik dari seorang ibu kepada anaknya.

Donat ini lah hadiah yang ibu berikan kepada anaknya untuk cemilan jajannya sehari hari.

Karena untuk Hadiah, tentunya ada cinta di situ. Maka, saya panjangkan nama Donita menjadi Donat Cinta untuk produk Donat Filling Frozen. Seiring berjalannya usaha, ada yang menyebutnya dengan Donat Aneka Cita Rasa, Donat Kita dan Donat Donita. Brand Donita ini lah yang mempopulerkan Donat Filling Frozen di Kota Medan hingga seluruh Indonesia.

HAKI Brand Donita

Brand Donita sudah di daftarkan di HAKI Indonesia

 

sertifikat merk donat donita medan

Oleh Oleh Terbaik Donat Donita Juara 3 Provinsi

Oleh Oleh Terbaik Donat Donita Juara 3 Provinsi

Oleh oleh Terbaik, ya Donat Donita!

Oleh oleh terbaik dari Medan “DONITA (DOnat aNeka cITa rasA) adalah Donat Kentang Beku dari Medan. Kami yakin anda pasti belum pernah merasakan donat kentang terlembut, dengan isi coklat yang super melting dari gigitan pertama hingga akhir. DONITA renyah diluar lembut didalam. DONITA lembutnya nempell dihati

Di penghujung tahun 2016 Donat Donita mengikuti kompetisi dari Blue Band Master Oleh Oleh. Alhamdulillah Donat Donita terpilih menjadi juara 3 provinsi dari 3667 pengusaha bakery dari berbagai provinsi di Indonesia, yang telah mendaftarkan kue dan oleh oleh terbaik nya sejak September 2016, untuk mengikuti Kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh 2016. Proses pencarian oleh oleh terbaik dan terlezat di Indonesia tak berhenti sampai proses voting melalui website www.masteroleholeh.com yang telah berakhir pada November 2016.

Dari proses tersebut kemudian akan dipilih Nominasi Master Oleh-Oleh Provinsi, di mana masing-masing nominasi harus mengirimkan karya oleh-olehnya untuk kemudian melalui proses penilaian oleh tim CRD Media. Pada tahap ini akan dipilih satu oleh-oleh untuk menjadi Master Oleh-Oleh Provinsi yang akan bersaing untuk menjadi juara nasional.

Penilaian Master Oleh-Oleh Provinsi melalui proses penilaian bertahap dari tim juri, dengan kriteria penilaian yang meliputi baking process, taste and texture, packaging and shelf life, cultural dan legality.

Kompetisi Oleh Oleh Terbaik Dari Unilever

Kompetisi yang diprakarsai oleh Unilever Food Solution (UFS) ini merupakan salah bentuk nyata Unilever untuk turut memberikan penghidupan yang layak bagi para pengusaha bakery dan pastry di setiap daerah di Indonesia melalui beragam kreasi oleh oleh terbaik khas nusantara.

Animo masyarakat terhadap kompetisi ini pun sangat bagus. Sejak kompetisi dimulai, tercatat ada 3667 pengusaha bakery dan pastry dari berbagai daerah yang mendaftar dan berkompetisi untuk menjadi pemenang Master Oleh-Oleh Nasional. Dukungan masyarakat luas pun sangat tinggi pada proses voting saat menentukan Master Oleh-Oleh.

Para pemenang beserta seluruh peserta yang telah ikut ambil bagian dalam kompetisi ini diharapkan akan menjadi simbol kebanggaan dari kekayaan kuliner nusantara, yang dapat memberikan sumbangan besar dalam memajukan daerah-daerah di Indonesia, khususnya dalam sektor kuliner.

Dikutip dari www.masteroleholeh.com

Donat Donita Sukses Sistem Reseller

Donat Donita Sukses Sistem Reseller

Perjalanan Donat Donita Sukses Sistem Reseller

UKMKOTAMEDAN.COM– Donat Donita mudah diolah karena tinggal goreng, apalagi juga cocok sebagai makanan bekal anak ke sekolah yang tidak ingin membawa makanan berat. Berbahan baku 50 persen tepung terigu dan 50 persen kentang kuning lokal khas Berastagi, sang owner Renny Wulan Sari mengaku belum banyak produk serupa bersaing di kota Medan.

Hingga saat ini ada 10 aneka varian donat yang dijual dan rasa yang best seller adalah rasa cokelat dan tiramisu. Ukuran produk serta packaging yang ditampilkan juga menarik. Setiap kemasan terdapat jenis varian dan cara menyajikan produk Donat Donita ini.

Setidaknya hingga saat ini perharinya Renny dan timnya mampu memproduksi sekira 750 pack dengan mulai Rp27.000 per pack (isi 8 buah donat). Selain itu juga produk Donita sudah bisa didapatkan di supermarket seperti Carefour, Transmart, Swalayan Berastagi dan menjadi pilihan menu di Killiney Cafe. Tidak sedikit waktu dan perjuangan juga modal yang dihabiskan untuk membangun image Donita. Apalagi Renny dan timnya berkeinginan memiliki cita-cita menjadikan Donita sebagai salah satu produk oleh-oleh kota Medan.

Baca Juga :

Melalui proses pemasaran, Donita kini sudah tersebar di beberapa kota seperti Banjarmasin, Manado, Aceh, Pekan Baru, Riau, Batam, Bandung, Surabaya, Makasar, Tanjung Pinang, dan kota lainnya dengan lebih dari 400an reseller di setiap kota. “Hampir 90 persen penjualan produk kita via reseller. ini salah satu trik jitu penjualan Donat Donita sejauh ini. Sisanya kita jual di outlet, pusat oleh-oleh dan tersebar di beberapa supermarket,” jelas Renny yang juga sebagai CEO Donita.

Reseller menjadi salah satu trik penjualan Donat Donita. Atika Pratiwi (25 tahun), Manager Marketing Donat Donita menjelaskan dengan sistem reseller produk ini laris dipesan dari kota Pekanbaru dan Padang, dua kota ini selalu kejar-kejaran soal angka penjualan. Termasuk juga kota Aceh yang banyak permintaannya. Setidaknya hampir separuh total produksi dijual di kota-kota ini. Reseller biasanya membeli minimal 25 pack dengan aneka varian. Biasanya mereka dibebaskan biaya ongkir.

Selain itu Reseller dengan penjualan tertinggi biasanya akan mendapatkan reward penjualan berupa bingkisan. Untuk pengiriman paling jauh seperti ke Papua juga sudah mereka jalani.

Sesuai namanya DONITA DOnat aNeka cITa asA, tersedia 10 cita rasa seperti coklat, strawberry, blueberry, kacang merah, kacang hijau, nanas, keju, tiramisu, abon ayam dan original. Menggunakan bahan baku kentang menjadi salah satu keunggulan produk Donita. Bahkan Renny menjamin produknya enak, jika tidak enak maka konsumen bisa komplain dengan jaminan uang kembali 100 persen. “Tapi sejauh ini tidak pernah ada yang kembali kecuali ingin membeli lagi,” jelas Atika. (wina/UKM03)

Beli Produk Donat Donita Klik Disini

Donat Beku Pertama Di Medan

Donat Beku Pertama Di Medan

Ini Dia, Donat Beku Pertama Di Medan

Donat Beku Pertama Di Medan Di Kembangkan Oleh Donita Food

UKMKOTAMEDAN.COM- Renny Wulan Sari mulanya punya aktivitas biasa sebagai ibu rumah tangga pada umumnya. Ibu dua anak ini terinspirasi ketika ia dan kerabatnya iseng membuat makanan ringan. Makanan ringan bernama donat ini terbuat dari bahan dasar tepung dan kentang. Tidak sedikit akhirnya minta dibuatkan.

Waktu itu sekira akhir tahun 2013, memanfaatkan jaringan sederhana, Renny pun mulai menerima sistem pre-order.

Donat yang dijualpun unik, berbentuk adonan siap goreng yang beku dijual per pack berisi 8 buah donat. Jika biasanya banyak ditemui donat berbentuk cincin dengan bolong di tengah adonannya, sedang donat produksi Renny berbentuk bulat saja, tapi istimewanya donat beku pertama di Medan ini berisi aneka varian rasa.

Itu sebabnya cemilan produk Renny ini bernama Donita, DOnat aNeka cITa rasA. Setidaknya perhari Renny bisa menjual 100 hingga 150 pack perharinya. Melihat permintaan yang kian banyak, Renny pun semangat untuk serius dengan usaha rumah tangga ini.

Melihat peluang berbisnis di camilan ini mulai terlihat prospeknya, Pada awal tahun 2014 Renny dibantu sang suami, Ferri Azwar kian memfokuskan usaha kecil menengah ini. Dengan modal awal sekira Rp75 juta rupiah, mereka gunakan untuk menyewa ruko yang hingga kini beralamat di jalan Pasar 1, Setia Budi No 78 D, Tanjung Sari Medan. Selain itu juga mereka melengkapi mesin pengadon, mesin pendingin dan lain sebagainya.

“Niat kita untuk memajukan produk ini pun mulai bulat ketika melihat respon pasar. Saya dan suami pun mulai rajin ikut-ikut pelatihan pengembangan produk dan ikut pameran-pameran untuk mengenalkan produk Donita,” jelas ibu dari dua putra ini.

Konsentrasi Renny pun tidak hanya berfokus pada bagaimana menjual produk tapi juga bagaimana memproduksi dengan kualitas yang baik dan packaging yang menarik.

Cemilan ini tergolong unik, karena biasanya makanan beku berbentuk cemilan asin atau gurih seperti nuget dan bakso yang berfungsi sebagai pelengkap makanan. Tapi produk Donita berupa donat beku pertama di medan yang diproduksi dengan konsep frozen food.

Renny menjelaskan target pasar mereka adalah para ibu-ibu yang saat ini sudah mulai melek media internet. Para ibu-ibu muda terutama juga bisa menyajikan kue ini untuk acara-acara seperti arisan. Ibu rmah tangga juga menjadi target pasar yang terus di kejar Renny.

Meski beku, donat kentang Donita hanya bertahan 2-3 bulan saja di dalam freezer, tanpa freezer hanya bertahan hingga 4 hari saja, karena diolah tanpa bahan pengawet. (wina/UKM03)