Asal Muasal Ayam Crispy

Asal Muasal Ayam Crispy 

Fried chicken tak langsung muncul sebagai salah satu menu dalam restoran makanan siap saji, apalagi menjadi fenomena global seperti 50 tahun terakhir. Sajian satu ini berasal dari sebuah tempat yang sangat menghargai proses pembuatan makanan dan apa saja yang dilahap penduduknya. Fried chicken lahir di kawasan selatan Amerika Serikat pada abad ke-18. Di awal kemunculannya, fried chicken tak disantap tiap hari. Fried chicken adalah makanan yang sakral dan hanya dimasak untuk hari-hari spesial. 

Saat saya dan teman-teman membuka Rita’s pada 2013 [ini cabang London Timur yang tutup pada 2016 lalu], kami tak bermaksud menaikkan kelas makanan siap saji ke level yang lebih tinggi—misalnya dengan menaruh foie gras (hati angsa) pada sebuah burger atau menyajikan hotdog dengan daging binatang langka. Yang kami lakukan adalah memasak southern fried chicken sehormat-hormatnya. Harapannya, kami bisa menyajikan masakan tersebut semirip mungkin dengan cara penduduk kawasan selatan Amerika Serikat memasaknya dulu. 

Ada banyak versi fried chicken dari seluruh dunia, contohnya di kawasan selatan Cina dan Korea, yang jauh berbeda dari apa yang kamu temukan di Restoran saya, Rita’s, di masa keemasannya. Coba kalian datangi restoran kondang seperti Clutch, Chicken Shop, atau belakangan Red Rooster sebagai pembanding. Ayam goreng tepung yang kami sajikan adalah menu fried chicken yang resepnya kami gali dari kawasan selatan AS.  Seiring berjalannya waktu, kini fried chicken hadir dengan banyak bentuk, seperti fillet ayam crispy yang kini memasuki trend yang mendunia. 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top