Ikan Bandeng Enak dan Lezat

Ikan Bandeng Enak dan Lezat

Asal Usul Ikan Bandeng

Ikan bandeng atau biasa disebut dengan istilahChanos chanos’ adalah ikan pangan yang populer di Asia Tenggara. Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam suku Chanidae yang sempat dikabarkan hampir punah. Dalam bahasa Bugis dan Makassar, dikenal sebagai ikan bolu, dan dalam bahasa Inggris ‘milkfish’. Mereka hidup di samudera Hindia dan samudera Fasifik, dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir atau pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadang kala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.

Ikan Bandeng Hidup di Air Laut atau Air Tawar?

Biasanya, ikan bandeng dikenal sebagai ikan air payau. Dibudidayakan di wilayah pesisir pantai, namun berkat hasil rekayasa genetika. Hingga kini, ikan bandeng bisa hidup dan dibudidayakan di air tawar. Hal itu dibuktikan dengan ditebarnya 250 ribu ekor benih Ikan Bandeng di dua situ wilayah Kabupaten Subang. Perinciannya 125 ekor disitu Saradan kecamatan Pagaden dan 125 ribu lagi di situ Cipaten Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang pekan lalu. 

Kelebihan Ikan Bandeng Dengan Ikan Lainnya

Bandeng adalah ikan air payau, jadi bukan ikan air laut ataupun air tawar. Karena keunikan dari habitatnya itu ikan bandeng mempunyai kelebihan dari jenis ikan lainnya. Seperti yang diketahui, ternyata ada 3 kelebihan ikan bandeng, dari ikan lainnya dipandang dari sudut kesehatan. Tidak lain karena kelebihan kandungan gizinya, mungkin juga karena habitat hidupnya itu membuat rasa ikan bandeng lebih unik. Dagingnya yang lembut, nikmat, dan tidak terlalu gurih. 

Ikan bandeng termasuk daftar harga ikan yang begitu lumayan, tidak murah dan tidak juga mahal. Ikan bandeng memiliki duri yang banyak dan halus, sehingga tidak sedikit juga yang menghindari ikan ini karena sulitnya di konsumsi. Tapi kini ikan bandeng juga banyak disajikan dengan presto, jadi masalah duri tidak lagi menjadi masalah. Namun dibalik itu semua, ikan bandeng mempunyai manfaat kesehatan yang luar biasa. Berikut adalah kandungan gizi yang terdapat pada ikan bandeng, antara lain :

  1. Zat gizi makro
    Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, mengonsumsi tiga ons ikan bandeng yang sudah dimasak mengandung 162 kalori, 22.4 gram protein, 7.3 gram lemak, 2.9 gram lemak jenuh, 78 miligram sodium, dan 57 miligram kolesterol. Protein menyumbang sekitar 55 persen dari kalori dan lemak sebesar 45 persen.
  2. Vitamin
    Masih pada penakaran yang sama, mengonsumsi ikan bandeng memberikan 116 persen vitamin B 12, 44 persen niacin, 24 persen vitamin B6, dan 15 persen asam pantotenat yang direkomendasikan oleh Food and Nutrition Board of the Institute of Medicine. Keempat vitamin ini adalah vitamin B-kompleks yang larut dalam air, dan mereka memainkan peran penting dalam metabolisme, fungsi sistem saraf pusat, kesehatan kulit dan DNA, hormon, dan pembentukan sel darah merah. 

Ikan bandeng juga mengandung sejumlah kecil riboflavin, folat, dan vitamin A. Tapi ingat, cara memasak juga berpengaruh pada kandungan vitamin. Seperti cara memasak presto, ini membuat ikan bandeng miskin vitamin. Larena vitamin akan hilang saat terkena panas, apalagi berlebih.

3. Mineral
Mengonsumsi tiga ons ikan bandeng memberikan 25 persen dari fosfor dan selenium. Fosfor merupakan bagian integral dari oksigenasi sel darah merah, dan selenium sangat penting untuk fungsi tiroid dan kekebalan tubuh. Ikan bandeng juga mengandung sedikit kalsium, zat besi, kalium dan seng. Mengkonsumsi ikan bandeng mengandung 20 persen lemak jenuh, 19 persen kolesterol, dan sembilan persen lemak total.

Meskipun bandeng mengandung lemak yang signifikan seperti 60 persen lemak adalah lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung. Lalu, mengandung asam lemak omega-3, yang berhubungan dengan penurunan kadar trigliserida darah, penurunan tekanan darah, peningkatan fungsi kekebalan tubuh dan peningkatan gejala radang sendi. Mengkonsumsi ikan bandeng harus diimbangi dengan makan ikan lainnya. Hal ini untuk meminimalisir jumlah lemak dan kalori yang diserap tubuh. Tak hanya itu, perlu memilih metode memasak bandeng agar tak terlalu banyak mengandung lemak seperti memanggangnya atau mengukusnya. Juga ingat, sebaiknya tidak mengkonsumsi bandeng setiap hari ya. 

Manfaat Ikan Bandeng

Berbagai macam olahan ikan bandeng cukup disukai banyak orang. Ikan ini dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, baik itu pada orang dewasa ataupun bayi yang sedang MPASI. Seperti ikan tuna atau salmon sudah banyak gunakan ibu MPASI, bisa juga menggunakan ikan bandeng yang tidak kalah bermanfaat. Walau tidak sepopuler salmon dan tuna, nyatanya ikan bandeng mengandung lebih banyak omega-3 dibanding kedua ikan tersebut. Selain itu, ikan bandeng juga mengandung berbagai jenis lemak sehat, protein, fosfor, kalium, kalsium, zat besi, dan beberapa vitamin, seperti vitamin A, B1, dan B12.

Manfaat Ikan Bandeng Untuk MPASI

Pada umumnya semua jenis ikan sebenarnya sudah boleh bunda berikan sejak si kecil berusia 6 bulan. Bahkan, pemberian ikan untuk si kecil untuk tidak ditunda. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa mengkonsumsi ikan sejak dini dapat membantu anak terhindar dari berbagai penyakit alergi, seperti asma dan eksim.

Tidak hanya itu, selain memiliki rasa yang lezat, ikan bandeng juga merupakan kandidat yang sangat ideal untuk dijadikan MPASI anak. Berikut ini adalah manfaat ikan bandeng yang bisa diperoleh si kecil, yaitu:

  1. Mencerdaskan Otak
    Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, ikan bandeng mengandung banyak omega 3, yaitu asam lemak esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh karena itu, ikan ini sangat baik dikonsumsi oleh anak. Tercukupinya kebutuhan asam lemak omega-3 anak dipercaya dapat memberikan efek yang baik untuk tumbuh kembang otak dan kecerdasannya.
  2. Menjaga Kinerja Fungsi Saraf
    Ikan bandeng merupakan sumber vitamin B1 atau tiamin, yakni vitamin yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf, mencerna karbohidrat, dan melancarkan pencernaan. Kekurangan vitamin ini pada anak bisa menyebabkan ia mengalami gangguan saraf dan penyakit beri-beri.
  3. Merawat kesehatan Tulang dan Gigi
    Kandungan kalsium, magnesium, dan fosfor pada ikan bandeng dapat membantu memenuhi kebutuhan anak akan mineral ini. Kandungan ini penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi anak, serta menurunkan risiko anak mengalami rakitis dan kerusakan tulang di kemudian hari.
  4. Menjaga Daya Tahan Tubuh
    Kandungan vitamin A, zat besi, dan protein pada ikan bandeng memiliki peran dalam menguatkan daya tahan tubuh anak. Selain itu, protein juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak serta membuat komponen imunitas untuk melawan infeksi virus dan bakteri.

Jika ikan bandeng diolah dengan dipresto, manfaat yang didapatkan bisa lebih banyak. Beberapa bandeng presto diolah tanpa membuang sisiknya. Nah, sisik ikan bandeng dipercaya mengandung antioksidan dan kolagen yang bisa melindungi sel-sel tubuh anak dari kerusakan akibat radikal bebas. Terlebih di tengah pandemi seperti saat ini, memiliki daya tahan tubuh yang kuat sangat penting bagi anak agar ia tidak mudah tertular virus Corona dan penyakit lainnya.

  1. Menurunkan Kadar Kolesterol
    Walau sering menyerang orang dewasa, penyakit kolesterol tinggi juga bisa dialami anak-anak, Bun. Hal tersebut sangat mungkin terjadi bila mereka terlalu sering mengkonsumsi makanan tidak sehat, seperti gorengan dan makanan cepat saji. Selain untuk mencerdaskan otak anak, kandungan omega-3 pada ikan bandeng pun bermanfaat untuk mengendalikan kadar kolesterol dan lemak dalam darahnya. Kandungan protein dalam ikan bandeng juga dapat membuat anak kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan makan camilan tidak sehat.
  2. Mencegah Anemia
    Kandungan vitamin B12 dan asam folat pada ikan bandeng memiliki fungsi penting dalam pembentukan sel darah merah. Dengan mencukupi nutrisi ini, anak bisa terhindar dari anemia. Kondisi ini sangat penting dihindari karena bisa membuat ia menjadi lesu, lemah, dan kehilangan nafsu makan. Ada sangat banyak manfaat ikan bandeng yang bisa Bunda petik untuk dimasukkan ke dalam MPASI si kecil. Ikan ini juga bisa diolah dengan berbagai cara, bisa digoreng, ditumis, direbus, dijadikan sup, dan seperti yang telah disebut di atas, dipresto.

Namun, saat mengolah ikan bandeng, Bunda harus hati-hati. Pastikan ikan yang diberikan kepada Si Kecil sudah terbebas dari duri, ya. Ikan bandeng memiliki cukup banyak duri, dan beberapa di antaranya berukuran kecil sehingga mudah terlewat saat dibersihkan. Hal lain yang perlu Bunda ingat adalah makanan apa pun yang baru diperkenalkan kepada anak memiliki risiko alergi.

Bila buah hati mengalami gejala alergi setelah mengkonsumsi ikan bandeng, yang gejalanya meliputi gatal-gatal, timbul ruam, diare, hingga sesak napas, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ciri-ciri ikan bandeng

Pada umumnya ikan bandeng dikenal dengan sebutan ‘milkfish’. Kenapa disebut ‘milkfish’? karena daging ikan bandeng ini berwarna putih, teksturnya yang halus, dan rasanya yang unik seperti susu. Tidak hanya itu, selain diberi nama ‘milkfish’ beberapa negara juga menyebutnya dengan ikan bangos, bolu, Ibiya, dan awa. Ikan ini merupakan ikan jenis purba karena sudah hidup dari berjuta-juta tahun yang lalu. Ikan bandeng merupakan ikan nasional dari negara tetangga, yaitu Filipina. Penetapan ikan bandeng sebagai ikan nasional dari negara ini karena budidaya ikan bandeng dianggap pertama kali dilakukan di Filipina sehingga pemerintah Filipina menetapkan ikan ini sebagai ikan nasional. Berikut ciri-cirinya :

  1. Kepala Ikan Bandeng
    Ikan bandeng atau Chanos chanos merupakan ikan dengan bentuk kepala yang pipih dan memanjang. Ikan jenis ini memiliki bentuk mulut yang lonjong dan tidak bergerigi. Bentuk mulut ini menyesuaikan sifat ikan bandeng yang herbivora dan hanya memangsa ganggang biru dan lumut. Jika melihat bagian mata, mata ikan bandeng berbentuk bulat dengan titik hitam di bagian tengah mata. Pada bagian mata, juga akan terlihat mata ikan bandeng yang tertutup lapisan lemak bernama adipose eyelid. Adipose eyelid adalah lapisan transparan yang menutupi mata dan umumnya dimiliki oleh ikan yang hidup di perairan dalam.
  2. Badan Ikan Bandeng
    Badan ikan bandeng berbentuk seperti torpedo yang lonjong ramping dan sedikit pipih. Ikan bandeng memiliki kulit dengan sisik yang halus dan badan ikan bandeng didominasi warna perak terang dengan warna perak kehitaman pada bagian atas badan ikan. Usus ikan bandeng memiliki ukuran yang cukup panjang. Sebagai ikan pemakan tumbuh-tumbuhan, usus ikan bandeng berukuran 9 kali lipat panjang tubuhnya.

Bandeng memiliki 6 sirip dimana 1 terletak di atas dan 3 terletak di bawah badan ikan. Letak sirip bawah ikan bandeng menyebar dari depan, tengah, dan belakang. Sirip ikan bandeng berwarna lebih terang dari warna badannya. Ekor ikan bandeng berbentuk panjang, tegak, dan terbelah. Warna ekor ini mirip dengan warna siripnya. Ekor yang dimiliki ikan bandeng sangat kuat sehingga ikan ini dapat berenang dengan cepat dan lincah di alam liar. Total panjang ikan bandeng bisa mencapai 1,8 meter dengan berat hingga 14 kg. Ikan ini menyebar di berbagai negara yang terletak di daerah sub-tropis dan tropis seperti negara-negara di Asia Tenggara, Jepang Selatan, Australia Utara, dan Afrika. 

  1. Makanan Ikan Bandeng
    Ikan bandeng adalah jenis ikan herbivora atau ikan yang hanya memangsa tumbuh-tumbuhan. Ada beberapa jenis pakan ikan bandeng seperti lumut, klekap, ganggang, dan plankton. Sedangkan pada budidaya bandeng dengan tambak, pakan yang digunakan adalah pelet yang sudah disesuaikan kandungan nutrisinya dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng. Selain menggunakan pelet, beberapa peternak ikan bandeng menggunakan mikroorganisme air yang didapat dengan cara memasukkan pupuk organik ke dalam tambak.

Siklus Hidup Ikan Bandeng

Berbicara tentang usia ikan bandeng, ikan ini bisa mencapai usia 15 tahun dengan usia produktif mulai dari usia 3 tahun. Ikan bandeng bisa bertelur lebih dari sekali dalam setahun dan di alam bebas, proses bertelur akan dipengaruhi siklus bulan dan suhu permukaan air laut. Pembuahan telur ikan bandeng akan berjalan pada malam hari. Dalam satu proses pembuahan telur, ikan bandeng betina akan melepaskan 6 juta telur dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk bisa menetas setelah dibuahi sperma yang dilepaskan ikan bandeng jantan.

Ikan bandeng banyak dibudidayakan di berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, dan Taiwan. Mayoritas dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi karena rasanya yang unik dan gurih. Meskipun ikan bandeng dapat hidup di air dengan berbagai suhu, tetapi suhu optimal untuk tumbuh adalah sekitar 25-30ºC dan relatif sama sepanjang tahun. Pemilihan ikan bandeng sebagai ikan budidaya tentu disebabkan beberapa hal sebagai pertimbangan seperti daya tahan ikan bandeng yang tinggi, harga yang relatif stabil sepanjang tahun di Indonesia, dan pertumbuhan ikan bandeng yang cepat. Ikan bandeng dapat mulai dipanen pada saat berusia 6 bulan pada saat dipelihara di tambak dengan bobot mencapai 0,5 kg.

Ikan Bandeng Enak dan Lezat

Ikan Bandeng Bumbu Rujak

Bahan-bahan :

  • 700g ikan bandeng bersih, potong 4
  • ½ sdt garam
  • ½ sdm air jeruk nipis
  • 3 lembar daun jeruk, sobek
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 bungkus penyedap rasa bumbu rujak 
  • 1 sdm air asam jawa
  • 1 sdm kecap manis
  • 3 buah tomat hijau, potong 4
  • 100 ml air
  • 2 buah cabai merah, potong korek api
  • 70g lokio
  • minyak, untuk menggoreng dan menumis

Bahan bumbu halus :

  • 6 butir bawang merah
  • 4 buah cabai merah
  • 4 butir kemiri, sangrai
  • 2 siung bawang putih
  • 1 cm kunyit, bakar
  • 1 sdt ketumbar

Cara Membuat :

  1. Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis secara merata, lalu diamkan selama 15 menit hingga meresap, lalu sisihkan. 
  2. Panaskan minyak, goreng ikan bandeng hingga matang dan kecokelatan. Angkat, lalu tiriskan.
  3. Panaskan 2 sdm minyak, tumis bumbu halus, daun jeruk, serai, dan lengkuas hingga harum dan matang.
  4. Masukkan penyedap rasa bumbu rujak, air asam jawa, kecap manis dan garam. Aduk rata, lalu tuang dengan air masak hingga mendidih. 
  5. Tambahkan tomat, cabai merah dan bawang bombay, aduk kembali. Masak hingga cabai dan lokio layu, lalu angkat. Biarkan hingga tidak panas.
  6. Masukkan ikan bandeng, aduk hingga seluruh permukaan ikan terbalut dengan bumbu, lalu hidangkan dan ikan siap disajikan.

Pindang Bandeng Betawi

Bahan-bahan :

  • 7 butir bawang merah utuh, bakar
  • 3 siung bawang putih, bakar
  • 5 buah cabai merah besar, sayat membujur
  • 3 buah cabai hijau, sayat membujur
  • 1 cm lengkuas
  • 3 cm kunyit, iris serong tipis
  • 2 lembar daun salam
  • 10 buah belimbing sayur/tomat hijau, potong kasar
  • 150 ml kecap manis
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam

Cara Pembuatan : 

  1. Siapkan wajan, didihkan air secukupnya dengan api kecil. Masukan bumbu-bumbu seperti bawang merah bakar, bawang putih bakar, cabai merah besar potong, cabai hijau potong, lengkuas, kunyit potong, daun salam, merica bubuk dan garam.
  2. Didihkan bumbu, kecap manis dan kuahnya kurang lebih 5 menit kemudian masukan bandeng yang sudah dibersihkan sisik, dipotong menjadi beberapa bagian dan buang kotorannya. Biarkan bumbu-bumbunya meresap dan ikan bandeng matang.
  3. Angkat dan diamkan, masukan tomat atau belimbing sayur yang sudah terpotong-potong. Diamkan lagi dan sajikan selagi hangat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top